APBN Defisit, Pemerintah Lelang Surat Utang Negara

364
Pemerintah siap lelang Surat Utang Negara dalam bentuk rupiah dengan target indikatif lelang sebesar Rp35 triliun dan target maksimal sebesar Rp52 triliun.(Foto : istimewa)

Bogor, X-File.id – Pemerintah siap lelang Surat Utang Negara dalam bentuk rupiah dengan target indikatif lelang sebesar Rp35 triliun dan target maksimal sebesar Rp52 triliun. Jadwal lelang akan dilakukan pada 5 Januari 2021 pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 11.00 WIB dengan tanggal setelmen 7 Januari 2021.

Pelaksanaan lelang dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 168/PMK.08/2019 tentang Lelang Surat Utang Negara di Pasar Domestik dan PMK Nomor 38/PMK.02/2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Keuangan Negara untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 dan atau Menghadapi Ancaman yang membahayakan Perekonomian Nasional dan atau Stabilitas Sistem Keuangan.

Penerbitan SBN ini juga sejalan dengan keputusan pemerintah yang tetap mendesain APBN dengan defisit. Pemerintah sepakat defisit APBN sebesar 5,7 persen dari produk domestik bruto (PDB) atau setara Rp 1.006,4 triliun.

Lelang Surat Utang Negara ini merupakan bagian dari target utang baru sebesar Rp342 Triliun hingga kuartal I-2021.

Seperti melansir detik.com, berdasarkan kalender penerbitan SBN yang diterima, untuk bulan Januari 2021, penerbitan akan dilakukan setiap pekannya yaitu tanggal 5 Januari, tanggal 12 Januari, tanggal 19 Januari, dan tanggal 26 Januari.

Sementara bulan Februari, juga dilakukan setiap pekannya. Mulai tanggal 2 Februari, tanggal 9 Februari, tanggal 16 Februari, dan tanggal 23 Februari 2021.

Sedangkan di bulan Maret, tercatat juga akan dilakukan setiap pekannya mulai tanggal 2 Maret, tanggal 9 Maret, tanggal 16 Maret, tanggal 23 Maret, dan tanggal 30 Maret 2021.

Dalam Lampiran Kalender Penerbitan SBN 2021 dinyatakan bahwa pemerintah dapat menambah atau mengurangi tanggal lelang, menawarkan tenor tambahan pada setiap lelang serta menyesuaikan target triwulanan sesuai dengan kondisi pasar, potensi permintaan dan strategi pembiayaan.

Hingga November 2020, tercatat Kementerian Keuangan mencatat total utang pemerintah adalah Rp5.910,64 triliun atau naik Rp32,93 triliun dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp5.877,71 triliun.

Jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019, jumlah utang pemerintah naik Rp1.096,34 triliun. Adapun, total utang pemerintah pada November tahun lalu sebesar Rp4.814,3 triliun.

Dengan jumlah yang mencapai Rp 5.910,64 triliun, maka utang pemerintah per akhir November 2020 setara 38,13% terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut terbilang masih aman jika mengacu pada UU Nomor 17 Tahun 2003 yang mengatur batasan maksimal rasio utang pemerintah sebesar 60% dari PDB.(Can/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here