BATAN Kukuhkan Tiga Profesor Riset

0
240
Pengukuhan para Profesor Riset Badan Tenaga Nuklir Nasional di Jakarta (Foto : Gaurav)

Jakarta, X-File.id – Majelis Pengukuhan Profesor Riset Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), mengukuhkan Dani Gustaman Syarif sebagai profesor riset ke-53 di bidang material keramik, Budi Setiawan sebagai profesor riset ke-54 di bidang kimia fisika, dan Heni  Suseno sebagai profesor riset ke-55 di bidang kimia radiasi.

Bertambahnya profesor riset yang dimiliki oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan)  diharapkan dapat mendorong para peneliti muda untuk semakin inovatif dalam melakukan riset pengetahuan yang bermanfaat.

“Saya mengapresiasi atas kerja keras, konsisten dalam berkarir dan berkarya dalam bidang masing-masing hingga mencapai posisi profesor riset. Harapan saya,  semuanya akan tetap dan terus melakukan penelitian yang bermanfaat bagi pengetahuan dan masyarakat,”  kata Kepala Batan  Anhar Riza Antariksawan saat pengukuhan profesor riset di Auditorium Batan Pair Jakarta, Rabu (20/11).

Anhar Riza Antariksawan Ketua Batan saat memberikan keterangan kepada wartawan usai pengukuhan profesor riset di Auditorium Batan Pair Jakarta (Foto : Gaurav)

Selain itu, Anhar juga berharap Transfer of knowledge dan kepakaran para Profesor Riset ini juga diharapkan dapat terus dilakukan kepada para peneliti muda Batan. Dengan demikian keberlangsungan penelitian dapat dijaga dan mampu menghasilkan hasil riset yg lebih komprehensif dari tahun ke tahun.

“Dengan dikukuhkan, kedepannya para profesor riset ini bisa mendorong peningkatan sumber daya manusia dalam bidang penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan atau yang lebih dikenal sebagai litbangjirap,” ujar Anhar lebih lanjut.

Para profesor riset juga diharapkan dapat menjadi pembina dan motivator serta pembangkit daya inovasi dari peneliti lainnya.

“Akumulasi pemikiran mereka telah mempengaruhi perkembangan teknologi nuklir di Indonesia. Dan harapannya, mereka mendorong pengembangan kepakaran, jati diri, integritas dan kepakaran dari peneliti lainnya untuk menjadi lebih imajinatif, reaktif dan inovatif,” ucap Anhar lebih lanjut.(Ryn/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here