Berimajinasi Karakter Hewan Melalui Karya Citra Sasmita

327
Momen masa kecil yang dipenuhi oleh tantri dan sosoknya sebagai seorang ibu, mendorong Perupa Citra Sasmita mentransformasikan berbagai karakter hewan ke dalam karya seni lukisnya, Kisah Antah Berantah (Photo : Istimewa)

Sidoarjo, X-File.id – Momen masa kecil yang dipenuhi oleh tantri dan sosoknya sebagai seorang ibu, mendorong Perupa Citra Sasmita mentransformasikan berbagai karakter hewan ke dalam karya seni lukisnya, Kisah Antah Berantah.

“Tidak ada penamaan dalam karakter hewan. Saya meminta publik lah yang memilihnya. Dan untuk melihat apakah karakter hewan itu cukup familiar untuk diketahui, terutama anak-anak dan mengajak mereka berimajinasi tentang karakter hewan dan cerita dibaliknya,” kata Citra dalam siaran online, yang diikuti X-File.Id, Minggu (18/4/2021).

Karya ini, lanjutnya, memang berbeda dari karya-karya sebelumnya yang banyak mengangkat tentang isu-isu perempuan, terutama mengenai identitas kultural, posisi perempuan dalam kultur patriarki dan realitas sosial dan budaya.

“Kisah kali ini lebih mengedepankan pemikiran saya, sebagai seorang ibu yang memiliki anak tentang dunia anak dan bagaimana kebebasan mereka dalam berfikir dan berimajinasi. Karena itu saya menyimpan kisah danĀ  narasi yang sesuai dengan imajinasi dan pengembangan alam berfikir anak-anak,” ucap penerima penghargaan Gold Award Winner dalam gelaran seni lukis UOB Painting of the Year kategori seniman profesional.

Citra menjelaskan bahwa Tantri adalah merupakan kisah fabel yang umum diangkat di Bali, yang berkaitan dengan nilai-nilai kebaikan, kebijaksanaan, kepemimpinan yang digambarkan melalui tokoh binatang.

“Menurut saya hal ini sangat sesuai dengan imajinasi anak-anak,” tandasnya.

Head of Education and Public Programs Museum MACAN, Aprina Murwanti menyatakan Ruang Seni Anak, dimana pameran Kisah Antah Berantah ini digelar, merupakan bagian dari program museum untuk menghadirkan seni yang terinspirasi dari kisah nusantara dan tradisi Indonesia.

“Menariknya, kisah ini diciptakan pada masa pandemi yang mewajibkan komunikasi dilakukan secara daring. Sehingga instalasi dilakukan oleh para staf museum MACAN, sementara Citra memantau menggunakan laptop dari Bali,” kata Aprina.

Aprina menyebutkan dengan menyesuaikan pada kondisi pandemi, pameran ini bisa diakses secara virtual.

“Tapi dengan dibuka kembali Museum MACAN, setelah satu tahun tutup, akan memberikan akses para pecinta seni untuk dapat melihat langsung ke museum. Tentunya, dengan tetap mengikuti prokes,” ucapnya.

Pemesanan tiket masuk, lanjutnya, hanya bisa dilakukan melalui daring di situs Museum MACAN atau melalui mitra tiket.

“Pameran Kisah Antah Berantah ini akan digelar hingga 22 Mei 2021. Harapannya, seni budaya tetap menjadi bagian publik dengan memastikan kesehatan dan keselamatan menjadi prioritas,” pungkasnya.(Cup/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here