Bilik Desinfeksi Bukan Solusi Cegah Penyebaran Covid 19

0
537
Bilik Desinfeksi, selain tidak mampu menghindari penularan dari para carrier atau pembawa virus, juga ditenggarai mampu menimbulkan iritasi dan penyakit lainnya (Foto : Istimewa)

Jakarta, X-File.id – Keberadaan Bilik Desinfeksi, yang awalnya, diklaim bisa membunuh keberadaan virus yang menempel di badan, dinyatakan para pakar tidak terlalu tepat. Karena selain tidak mampu menghindari penularan dari para carrier atau pembawa virus, juga ditenggarai mampu menimbulkan iritasi dan penyakit lainnya.

Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Prof. Dra. Apt. Zullies Ikawati, PhD menjelaskan bahwa desinfektan memang digunakan untuk mensterilkan benda mati.

“Pilihan cairannya lebih leluasa karena digunakan untuk  benda tak hidup, seperti alkohol, klorin, iodin, fenol (carbol, kresol), hidrogen peroksida. Jika digunakan untuk manusia, dikuatirkan tidak aman karena bisa menyebabkan iritasi bahkan bersifat karsinogenik,” kata Prof Zullies secara tertulis, Senin (30/3).

Ia menyatakan kalau untuk penggunaan langsung pada manusia, digunakan antiseptik yang langsung diaplikasikan ke kulit atau jaringan, misal untuk membersihkan luka, melakukan kegiatan yg perlu steril.

“Pilihannya lebih terbatas, tentunya yang aman untuk manusia. Biasanya digunakan alkohol 60-70 persen, povidon iodium, permanganat atau bahan sejenis lainnya dengan kadar tertentu,” ujarnya.

Ia menegaskan perlu ada kehati-hatian untuk menggunakan desinfektan yang akan disemprotkan kepada manusia pada bilik desinfeksi.

“Juga jangan sampai malah terkena kulit, terhirup, atau malah masuk ke mata. Belum lagi aspek ekologi dengan banyaknya desinfektan yang disemprotkan ke lingkungan, mungkin justru mengganggu ekosistem mikroorganisme,” tandasnya.

Terkait keefektifannya, Prof. Zullies menyebutkan beberapa menyangsikan efektivitas penyemprotan pada manusia ini dalam mencegah penularan COVID-19.

“Cuci tangan, jangan sentuh wajah sebelum cuci tangan, gunakan masker jika berada pada situasi berisiko infeksi, jaga jarak, dll  disebut lebih efektif daripada penyemprotan desinfektan ke udara, apalagi ke orang. Yang jelas, penggunaan desinfektan ini tidak akan membunuh virus yang sudah terlanjur masuk ke tubuh,” tegasnya lagi.

Lagipula, lanjutnya, bilik desinfeksi ini memberikan rasa aman “semu”, karena seolah-olah asal sudah masuk dan lewat bilik desinfeksi rasanya sudah aman.

“Nah ini concern saya yg lebih besar. Padahal jika virus sudah masuk dan orang tersebut adalah carrier COVID-19, maka bilik desinfeksi tidak akan bermanfaat apa-apa. Alih-alih, karena merasa aman mungkin justru ia dapat menularkan kepada orang lain tanpa sengaja. Hal ini saya amati pada satu bilik desinfeksi yg ada di depan sebuah pasar terlihat justru malah bergerombol-gerombol, seperti berdesakan mau masuk, lalu di mana substansinya utk “physcial distancing” ? Mungkin orang berpikir, tidak apa-apa jalan-jalan bentar di pasar, kan ada bilik desinfeksi. Tidak harus jaga jarak. Aman,” kata Prof Zullies dengan tegas.

Ia menegaskan bahwa dirinya  tidak dalam posisi menyalahkan adanya bilik desifeksi, karena semuanya dilakukan untuk memutus penyebaran Covid-19.

Tapi jangan sampai niat baik ini menjadi tidak tercapai dan bahkan mengarahkan pada hal sebaliknya. Perlu ada pengaturan dan SOP yang detail terkait penggunaan bilik desinfeksi, terkait macam desinfektan atau antiseptiknya, berapa lama, prosedurnya, kapan perlu digunakan, di mana, dan sebagainya,” tandasnya.

Dalam waktu yang berbeda, Ketua Tim Pakar Gugas Penanganan COVID 19 Prof. Wiku Adisasmita menyatakan bahwa penyemprotan desinfektan secara langsung pada anggota tubuh tidaklah direkomendasikan.

“Perlu diperhatikan terkait komposisi bahannya dan juga tidak boleh berlebihan, contohnya seperti fogging,” ucapnya pada saat konpers online.

Ia menjelaskan paparan desinfektan yang berlebih mampu menyebabkan iritasi dan juga gangguan pernapasan.

“Begitu juga dengan sinar UV, yang bisa berpotensi menyebabkan kanker,” pungkasnya.(Pyg/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here