COVID 19 Tidak Pengaruhi Target Penerimaan PNBP

0
336
Tim Medis usai melaksanakan penanganan Pasien Penderita Covid 19 (Foto : Istimewa)

Jakarta, X-File.id – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) memastikan grafik pendapatan Iradiator Gamma Merah Putih (IGMP) tidak berpengaruh. Karena layanan operasional tetap berjalan dengan mengikuti prosedur pembatasan.

Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN Totti Tjiptosumirat menyatakan target penerimaan PNBP tidak terpengaruh secara signifikan oleh adanya pandemi COVID 19.

“Layanan iradiasi masih boleh dikatakan berjalan hampir seperti biasanya. Beberapa produk yang tidak diiradiasi selama satu sampai dua bulan terakhir, tergantikan dengan produk alat kesehatan yang akan digunakan untuk pencegahan COVID 19,” kata Totti saat dihubungi, Kamis (14/5).

Lagipula, lanjutnya, tujuan awal dari pemanfaatan IGMP ini lebih pada promosi pemanfaatannya.

“Maka target pemasukan PNBP disesuaikan dgn kewajiban PAIR mesti berkontribusi pada PNBP. Tiap triwulan kami mentargetkan PNBP kisaran Rp1,25 – Rp1,35 miliar dan yang khusus dari jasa layanan iradiasi lebih kurang 75 persen dari target angka tersebut sebelumnya,” ujarnya.

Totti menyebutkan beberapa produk yang selama COVID 19 ini menurun adalah produk bahan baku untuk kosmetik.

“Namun, penurunan dari produk tersebut tergantikan dengan adanya produk alat kesehatan yang berkaitan dengan pencegahan maupun perawatan efek COVID 19,” paparnya.

Peningkatan jumlah produk yang diiradiasi, diharapkan Totti bisa menjadi salah satu faktor yang membantu roda perekonomian tetap bergerak dan mendorong bergerak cepat paska pandemi COVID 19 ini.

“Salah satu tujuan pembangunan IGMP adalah promosi kepada swasta dalam penyediaan layananan iradiasi. Tentunya berikut dengan pembangunan fasilitas iradiatornya. Tapi, dari sisi pemerintah, pembangunan IGMP yang ada saat ini sudah cukup. Kini saatnya investor atau pihak swasta yang membangun,” ujarnya saat ditanyakan kemungkinan untuk penambah fasilitas oleh BATAN.

Prosedur yang diberlakukan selama masa PSBB, menurut Kepala Loka IGMP BATAN Indra Milyardi adalah dengan mengurangi jam operasional dari 24 jam menjadi 12 jam per hari.

“Pengurangan ini ditujukan untuk mengurangi interaksi sosial antar pekerja dan pelanggan,” ujarnya secara terpisah.

Jumlah personil yang bertugas, menurutnya, adalah tiga operator, empat teknisi dan satu orang pekerja lapangan.

“Tidak ada penurunan signifikan selama PSBB. Sejak pertengahan Maret hingga April 2020, jasa iradiasi yang dikerjakan IGMP rata-rata mencapai 20 ton per minggu. Hanya karena ada pengurangan jam operasi, maka terjadi antrian pengerjaan yang cukup panjang,” pungkasnya.(Plg/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here