Danau Terdalam Dengan Sejuta Pesona Keindahan

353
Danau Matno disebut-sebut sebagai salah satu danau purba yang terbentuk akibat pergerakan lempengan dan airnya berasal dari berbagai mata air di sekitar danau tersebut. (Foto : Istimewa)

Luwu, X-File.id – Indonesia memang tak ada habisnya, jika ditanyakan tentang keindahan air. Salah satunya, Danau Matano. Yang merupakan danau terdalam di Indonesia, ke-3 di Asia Tenggara dan ke-7 di dunia dan juga menyimpan berbagai kekayaan alam lainnya.

Danau ini juga disebut-sebut sebagai salah satu danau purba yang terbentuk akibat pergerakan lempengan dan airnya berasal dari berbagai mata air di sekitar danau tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Luwu Timur Drs. H. Hamris Darwis menyatakan Luwu merupakan daerah yang diciptakan Tuhan dalam keadaan tersenyum. Karena memiliki sumber alam melimpah, banyak, beragam unik dan menarik.

“Danau Matano adalah bagian dari keindahan alam karena Tuhan sedang tersenyum. Tidak hanya indah, tapi Danau Matano juga memiliki kekayaan daratan dan kekayaan dalam danau yang mampu menarik para peneliti arkeologi, biologi, geologi dan sosial budaya untuk melakukan eksplorasi,” kata Darwis dalam acara online wisata pendidikan, Minggu (17/1).

Ia menyatakan, saat ini Danau Matano sedang diupayakan untuk menjadi Geo Park yang diakui UNESCO agar bisa semakin menjamin kelestarian dan keberlanjutannya.

“Danau yang memiliki panjang 28 km, lebar 8 km dan dalam mendekati 600 meter ini, tidak hanya menyimpan panorama alam yang memanjakan mata, tapi juga ada 25 spesies endemik air. Bahkan dua diantaranya dinyatakan merupakan ikan purba,” urainya.

Ikan Buttini adalah ikan endemik yang tergolong langka. Disebut sebagai ikan purba karena warnanya yang kecoklatan, bola mata yang menonjol keluar dan memiliki tampilan layaknya ikan purba. Rasanya sendiri, menurut penduduk setempat, sangat gurih dan biasa dimasak dengan bumbu kunyit, jeruk, bawang dan garam.

Sementara ikan Upudi merupakan bagian dari prosesi budaya tarian Upudi yang dilakukan sebelum memulai proses penangkapan ikan Upudi.

“Dari hasil penelitian para arkeolog, di seputar Danau Matani ditemukan berbagai tinggalan sejarah. Seperti, kompleks makan Rahampu yang merupakan pemakaman raja-raja masa lampau di Luwu dengan tulisan unik yang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut,” ucap Darwis.

Ada juga kompleks pemandian, yang memiliki mata air yang bisa berbicara dan menyahut saat disapa.

“Dan ada gua tengkorak, yang jika air surut dapat terlihat. Gua ini dipenuhi dengan tengkorak dan tulang belulang manusia. Dipercayai, asalnya dari masa sebelum masyarakat Matano mengenal agama dan saat ada yang meninggal, mayatnya dimasukkan ke sana,” ujarnya.

Darwis menyebutkan para wisatawan yang datang ke Danau Matano tidak perlu khawatir akan kesusahan sarana dan prasarana saat berkunjung ke Danau Matano.

“Karena kami sudah melakukan penataan pada dermaga dan juga tiga pulau di Matano. Untuk menjaga kelestariannya, pemda kabupaten bekerja sama dengan Badan Cagar Budaya Sulawesi Selatan dalam upaya melindungi kekayaan alam di seluruh Luwu Timur,” pungkasnya.(Pty/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here