Inovasi Terus Dilakukan Pemerintah Guna Atasi Pandemi

284
Menkes Budi Sadikin Gunadi
Kemenkes melihat belum ada negara maupun lembaga belum ada yang bisa mengambil langkah lengkap dan komprehensif terkait pandemi. (Photo : Sekab)

Jakarta, X-File.id – Simpang siurnya berita terkait indikator yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, ditanggapi oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang menyatakan bahwa kategorisasi dalam penilaian situasi provinsi yang disampaikan beberapa waktu lalu adalah merupakan indikator risiko berdasarkan pedoman WHO sebagai bagian analisa internal kementerian.

“Hal ini menjadi panduan persiapan bagaimana kita akan menyikapi potensi lonjakan kasus yang mungkin terjadi paska libur Lebaran kemarin. Bukan penilaian kinerja daerah dalam mengatasi pandemi,” kata Budi pada awak media, Jumat (28/5/2021).

Ia menyatakan angka dan pedoman ini baru didistribusikan beberapa minggu lalu dan sedang dipelajari penerapan serta melakukan simulasi di beberapa provinsi atau kab/kota.

“Indikator risiko ini bukanlah laporan kinerja daerah. Tapi indikator risiko atas laju penularan pandemi sehingga dapat dikelola kapasitas respon masing-masing daerah. Sehingga bisa ditentukan intervensi atau bantuan apa yang bisa diberikan,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kementerian juga mendalami faktor-faktor yang perlu dibenahi berdasarkan pengalaman waktu lalu.

“Sehingga intervensi, kebijakan maupun program yang ada bisa secara tepat mengatasi pandemi ini. Selama setahun lebih ini, kementerian melihat memang belum ada negara maupun lembaga belum ada yang bisa mengambil langkah lengkap dan komprehensif terkait pandemi ini,” ucapnya lagi.

Budi menyatakan semua negara dan lembaga masih terus melakukan inovasi dan intervensi untuk mencari langkah paling pas dalam mengatasi pandemi.

“Contohnya, langkah yang diambil harus berubah setelah enam bulan dijalankan karena adanya mutasi virus,” ungkapnya.

Karena itu, kajian-kajian atau review mengenai kebijakan dan indikator masih terus dilakukan dan berubah sesuai kebutuhan.

“Indonesia sudah banyak mengambil langkah yang tepat. Tapi dengan segala kerendahan hati, Indonesia masih bisa mengambil contoh dari negara lain atau daerah lain yang implementasinya bagus berbasis kondisi aosial masing-masing daerah. Tapi satu hal yang pasti, peluang untuk mengatasi pandemi ini akan lebih baik jika masing-masing komponen di suatu daerah atau negara bisa bekerja sama,” tuturnya.

Kuncinya adalah merajut kerja sama yang baik dari komponen masyarakat, baik pemerintah hingga lembaga masyarakat.

“Dalam hal ini pemda kab/kota, terutama pemda DKI yang paling terdampak, saya bisa menyampaikan bahwa pemda sudah melakukan yang terbaik. Saya berterima kasih kepada semua tenaga kesehatan di semua pemda atas upaya dalam mengaplikasikan empat strategi dalam mengatasi pandemi,” tuturnya lebih lanjut.

Budi menyatakan bahwa jika semua masyarakat Indonesi bisa bekerja sama dan tidak saling menyalahkan maka Indonesia akan bisa menjadi salah satu bangsa yang besar.

“Saya harapkan apa yang saya sampaikan bisa menjawab atas semua pertanyaan,” pungkasnya mengakhiri konpers.(Tps/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here