Kecintaan pada Bumi Harus Diterapkan Sejak Dini

235
Edukasi Menjaga Bumi Sejak Dini
Menteri LHK, Siti Nurbaya menyebutkan kebiasaan baik pada anak perlu ditanamkan sejak dini, salah satunya tentang kepedulian terhadap lingkungan. (Photo : Istimewa)

Bandung, LM – Merubah kebiasaan, perlu dilakukan sejak dini. Hal ini lah yang mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memulai edukasi tentang lingkungan pada generasi yang lebih muda dan dimulai dari hal yang kecil.

Menteri LHK, Siti Nurbaya menyebutkan kebiasaan baik pada anak perlu ditanamkan sejak dini, salah satunya tentang kepedulian terhadap lingkungan. Hal tersebut penting karena sekecil apapun perilaku menjaga lingkungan, dapat berdampak baik terhadap keberlangsungan bumi.

“Yang paling mudah adalah tidak membuang sampah sembarangan. Mengapa? karena sampah menjadikan beban pada lingkungan atau alam kita,” kata Siti dalam webinar Edukasi Lingkungan, Selasa (29/6/2021).

Ia menegaskan untuk menjaga Bumi dan melestarikan alam, hal yang paling mudah dilakukan dan dapat dilakukan oleh seseorang pada umur berapa pun adalah membuang sampah pada tempatnya.

Di tingkat umur yang lebih besar, upaya menjaga Bumi dapat dilakukan mengurangi timbunan sampah dengan mengurangi pemakaian kemasan sekali pakai dan melakukan pemilahan sampah.

“Penggunaan plastik sekali pakai itu harus dihindari. Lebih banyak gunakan kemasan yang dapat digunakan berulang kali. Sehingga tidak akan menambah timbunan sampah plastik,” ucapnya.

Ia mengingatkan bahwa sampah plastik tidak hanya berpotensi memenuhi daratan tapi juga bisa terdistribusi ke lautan. Dan plastik berpotensi mencemari lingkungan daratan dan perairan serta bisa mempengaruhi ekosistem sekitar.

“Jangan sampai sampah mengotori sumber-sumber air seperti sungai, laut, danau dan mata air, agar airnya tetap bersih dan bermanfaat. Dan jangan lupa, kita juga harus menerapkan budaya hemat air, memakai air seperlunya,” pesannya.

Siti juga meminta pada generasi muda untuk melakukan. kebiasaan baik menanam pohon. Karena menanam pohon memiliki banyak dampak baik bagi lingkungan.

“Dengan menanam pohon artinya melestarikan alam. Karena, menanam pohon juga dapat menjaga air tetap tersedia, mengurangi kebanjiran di musim hujan, mendapatkan air untuk persediaan di musim kemarau, dan mencegah bencana longsor,” tutur Siti.

Ia menyebutkan menanam pohon dapat dilakukan sejak kecil. Dan tak ada batasan kapan seseorang boleh menanam pohon.

“Kita harus menanam sebanyak-banyaknya pohon seumur hidup kita. Paling tidak 25 batang pohon setiap orang seumur hidupnya. Yaitu, ditanam 5 pohon saat di SD, 5 saat di SMP dan 5 saat di SMA dan 5 saat kuliah, serta nanti 5 lagi saat menikah. Jangan lupa, pohonnya dirawat dan dipelihara juga,” tuturnya.

Selain itu, Siti juga berpesan pada generasi muda untuk mencintai flora dan fauna.

“Banyak jenis tanaman dan satwa unik dan original Indonesia yang terancam punah. Sehingga keterlibatan generasi muda sangat diharapkan untuk membantu upaya pelestariannya,” tuturnya lagi.

Dalam kesempatan ini, Siti juga mengapresiasi para guru, komunitas pendidikan dan pendongeng yang sudah bersumbangsih bagi pendidikan di Indonesia, secara khusus bagi pendidikan lingkungan.

“Saya berharap kita dapat saling bertukar informasi dan pengalaman untuk memajukan dunia pendidikan, menciptakan Generasi Penerus Bangsa yang cerdas dan punya kepedulian tinggi terhadap lingkungan,” pungkasnya.(Trs/Red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here