Kemenparekraf Kampanyekan Work from Bali di Masa Pandemi

189
program Work from Bali
Program Work from Bali, bukan pemicu peningkatan kasus positif COVID 19 di Bali. (Photo : Istimewa)

Bali, X-File.id – Isu yang menyebutkan bahwa Work from Bali memicu peningkatan kasus positif di Bali, ditepis secara serentak oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi dan Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dan Gubernur Bali, I Wayan Koster.

Sandi menjelaskan bahwa tak ada kaitan antara Work from Bali yang dilakukannya dengan peningkatan kasus positif COVID 19 di Bali.

“Kami klarifikasi, program Work from Bali, bukan pemicu peningkatan kasus positif COVID 19 di Bali,” kata Sandi dalam acara Weekly Press Briefing Kemenparekraf, Senin (28/6/2021).

Ia menyatakan, berdasarkan laporan, memang kenaikan kasus positif COVID 19 di Bali mayoritas disebabkan oleh transmisi lokal, tercatat hampir mencapai 84 persen.

“Tapi kami akan evaluasi program Work from Bali ini. Dan sesuai dengan surat edaran Mendagri, akan ada modifikasi untuk melandaikan angka positif COVID 19,” ucapnya.

Sandi menegaskan bahwa program Work from Bali ini dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

“Juga ada vaksinasi dan testing. Bahkan para peserta Work from Bali pun sudah mempunyai dokumen tes kesehatan sebelum masuk ke Bali,” ucapnya lagi.

Selain itu, lokasi Nusa Dua adalah wilayah zona hijau. Dimana vaksinasi sudah dilakukan 100 persen.

“Pekerja dan masyarakat di Nusa Dua sudah vaksinasi semua. Itu kita lakukan untuk memastikan pengurangan risiko penyebaran COVID 19,” tandasnya.

Senada, bantahan dan penjelasan juga disampaikan oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster.

“Tidak ada kaitannya sama sekali. Kasus positif naik karena aktivitas masyarakat juga meningkat. Karena di Bali, situasinya sudah seperti normal,” ujarnya tegas.

Ia juga menyatakan bahwa kenaikan kasus positif di Bali tidak terjadi secara signifikan.

“Menurut data, tercatat 1.408 kasus aktif. 400 yang dirawat di rumah sakit, sisanya melakukan isolasi mandiri. Ada yang terpusat. Ada juga yang melakukannya di rumah masing-masing,” ujarnya lagi.

Yang meninggal, menurut data adalah lima orang per hari dan kasus harian antara 150 hingga 250 kasus.

“Kasus tercatat terjadi di Gianyar, Buleleng, Tabanan, Klungkung dan Karang Asem. Sementara, Work from Bali itu terpusat di Badung. Dan wisatawan yang ada di Badung pun hanya beraktivitas di seputar lokasi mereka menginap,” pungkasnya.(Wyn/Red)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here