Lagi, Anak Rhoma Irama Ditangkap Polisi

425
Pedangdut Ridho Rhoma kembali ditangkap polisi akibat penyalahgunaan narkoba jenis ekstasi. (Photo : Istimewa)

Jakarta, X-File.id – Pedangdut Ridho Rhoma ditangkap jajaran kepolisan Sat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, karena diduga terkait penyalahgunaan narkoba jenis ekstasi.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol Yusri Yunus, Pedangdut yang memiliki nama lengkap Muhammad Ridho ini diketahui positif amphetamine usai pihaknya melakukan test urin. Meski demikian Yusri tidak menjabarkan secara lengkap lokasi ditangkapnya anak Raja Dangdut Rhoma Irama tersebut.

“MR diamankan terkait Narkoba, saat ini masih diperiksa karen positif amphetamine,”ungkap Yusri kepada para Jurnalis, Minggu (7/2/2021).

Jenis obat amphetamine itu seharusnya hanya dapat diperoleh melalui resep dokter. Obat generik yang merupakan turunan amphetamine ialah D-pseudo epinefrin yang bentuknya bubuk putih agak keabu-abuan, yang dipasarkan sejak tahun 1932 dan berfungsi untuk mengurangi dekongestan atau penyumbat pada hidung.

Ada banyak cara penggunaan amphetamine diantaranya diminum langsung masih berupa pil, dibakar dengan menggunakan alumunium foil dan dihisap asapnya melalui hidung berupa kristal, dibakar menggunakan botol kaca yang di desain khusus alias bong hingga dilarutkan melalui suntikan ke dalam pembuluh darah (intravena).

Pernah di Bui atas Kasus Sabu

Ini merupakan kasus narkoba kali kedua bagi Ridho Rhoma, setelah dirinya pernah ditangkap aparat kepolisian atas kasus kepemilikan sabu di tahun 2017 lalu.

Dimana Ridho ditangkap polisi di sebuah hotel yang berada di Kawasan Jakarta Barat, dengan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 0,72 gram.

Ridho Rhoma pun dapat menghirup udara bebas dari penjara pada Rabu (8/1/2020) silam. Ridho bebas setelah menjalani hukuman selama delapan bulan sejak Juli 2019 di Rutan Salemba, Jakarta Pusat.

Pengadilan Negeri Jakarta Barat pun menjatuhkan hukuman pidana kepada Ridho selama 10 bulan dan menetapkannya menjalani rehabilitasi di RSKO Cibubur selama 6 bulan 10 hari.

25 Januari 2019 lalu, Ridho pun menghirup udara bebas. Namun Jaksa Penuntut Umum kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, dan MA mengabulkan kasasi itu sehingga hukuman untuk Ridho pun di tambah menjadi satu tahun enam bulan.

Ini berdasarkan putusan hakim MA RI Nomor 570 K/Pid.Sus/2019 yang terbit pada 13 Maret lalu. Pada 12 Juli 2019, Sehingga Ridho harus kembali menjalani sisa masa kurungan penjara selama delapan bulan.(Tgr/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here