Pendidikan Indonesia Belum Dukung Penciptaan SDM Kompetitif

457
Foto : Kun Fayakun

Jakarta, X-File.id – Pendidikan di Indonesia dinyatakan belum sepenuhnya mendukung pengetahuan dan keahlian sumber daya manusia dalam fungsinya sebagai pekerja atau pelaku dalam suatu industri. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, yang menjadikan proses pembelajaran tidak dapat berlangsung secara sempurna.

Penasihat Senior Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ananto Kusuma Seta menyebutkan ada tiga hal yang menghalangi proses pembelajaran dalam sistem pendidikan Indonesia.

“Masalah pertama yang dihadapi dunia pendidikan Indonesia saat ini adalah kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan sumber daya manusia,” kata Ananto saat ditemui di Orbit Habibie Festival di JIE Kemayoran Jakarta, Jumat (18/10).

Data menunjukkan 50 persen dari tenaga kerja Indonesia tidak cocok dengan pekerjaan yang dilakoninya. Dan 75 persen perusahaan top mengalami kesulitan mendapatkan tenaga kerja ahli yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan.

“Memang ada penurunan jumlah ketidakcocokan, baik pada horisontal maupun vertikal. Tapi penurunannya belum signifikan,” ujar Ananto.

Tercatat ketidakcocokan horizontal pada tahun 2008 adalah 62,35 persen dan ketidakcocokan vertikal ada pada angka 60,11 persen. Menurun pada data tahun 2015, untuk horisontal pada angka 60,62 persen dan vertikal pada angka 53,33 persen.

Masalah pendidikan kedua adalah inequality atau ketidakmerataan, yang disebabkan oleh luasnya wilayah Indonesia dan berbentuk kepulauan.

“Jarak antara ujung barat ke timur itu 5.000 kilometer. Dan ini menyebabkan pemerataan pendidikan sulit dilakukan. Harapannya dengan teknologi, masalah ini dapat dilakukan,” kata Ananto lebih lanjut.

Masalah ketiga adalah kualitas. Faktanya, semakin meningkat teknologi, kenyataannya kualitas pendidikan generasi sekolah sama sekali tidak naik bahkan cenderung menurun.

“Mempertimbangkan keuntungan demografi Indonesia, yang 60 persennya adalah generasi muda,  dan pengembangan jaringan internet di Indonesia maka pemerintah berkomitmen meningkatkan aplikasi teknologi dalam proses pendidikan dan pembelajaran,” ucap Ananto.

Perwujudan komitmen pemerintah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompetitif tidak hanya dalam skala nasional tapi juga global adalah dengan menggunakan teknologi secara tepat.

“Program Sekolah Digital sudah diluncurkan pada 18 September 2019.  Dan sore ini,  kami akan meluncurkan rumah belajar. Harapannya dengan perubahan sistem pembelajaran dan pendidikan ini akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” pungkas Ananto.(Jhk/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here