Pentingnya Menjaga Keberadaan Air Tanah di Perkotaan

0
325
Banyak masyarakat yang tidak menyadari pentingnya air tanah dan proses pembentukan air tanah ini memakan waktu yang cukup panjang (Foto : Istimewa)

Bandung, X-File.id – Keberadaan air tanah sangat berarti penting bagi kehidupan di atas tanah. Sayangnya, banyak masyarakat yang tidak menyadari pentingnya air tanah dan proses pembentukan air tanah ini memakan waktu yang cukup panjang.

Peneliti Geohidro Pusat Riset Air dan Energi Universitas Padjajaran Dr. Mohamad Sapari Dwi Hadian, MT menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan air tanah adalah air yang berasal dari tanah melalui proses siklus hidrologi.

“Dimulai dari penguapan air, pembentukan awan atau kondensasi lalu menjadi hujan, kemudian terjadi peresapan atau infiltrasi,” kata Sapari saat dihubungi, Senin (18/5).

Data mengenai keberadaan air tanah ini, menurutnya, sudah dipetakan dengan skala besar pada peta hidrogeologi. Begitu pula peta cekungan air tanah.

“Beberapa tempat, khususnya di kota besar, sudah terjadi penurunan kualitas dan kuantitas nya hal ini dikarenakan kebutuhan pemukiman dan industri yang kian berkembang di segala bidang,” ujarnya lebih lanjut.

Penyebabnya antara lain adalah potensi air dan pengambilan air tidak seimbang sehingga menyebabkan penurunan air yang cukup signifikan, daerah resapan tertutup oleh permukiman dan industri yang memakai air tanah secara berlebihan.

“Ditambah pada beberapa tempat di kota besar, terjadi kontaminasi dari septic tank masuk ke sistem air tanah atau Akifer bebas dan adanya kontaminasi dari air Lindi tempat pembuatan akhir (TPA),” tandasnya.

Ahli Geologi Idham Effendi menyatakan harus ada perubahan mindset pada pengguna air tanah, bahwa air tanah itu sebenarnya bukanlah renewable.

“Bisa digolongkan nonrenewable, karena proses pengisian ulang air tanah tersebut membutuhkan waktu yang cukup panjang. Bukan hanya dalam waktu setahun atau dua tahun saja,” kata Idham saat Zoom Webinar, Senin (18/5).

Keberadaan air tanah sendiri, mengambil porsi cukup besar pada total air segar (fresh water) yang ada di dunia.

“Pada total fresh water yang 2,5 persen itu, 30,9 persen itu merupakan air tanah. Yang terbesar adalah salju dan es, yaitu 68,7 persen dan 0,4 persen itu air permukaan,” urainya.

Penggunaan air tanah, menurut penelitian yang sudah dilakukan, porsi terbesarnya adalah dari sektor industri.

“Walaupun memang belum ada data, tapi kita yakini sektor industri menggunakan air tanah lebih besar dibandingkan rumah tangga. Dan juga lebih besar dibandingkan sektor pertanian,” ucap Idham lebih lanjut.

Untuk mencegah terjadinya penurunan air tanah, Idham menegaskan perlunya kebijakan pengelolaan air tanah disusun berdasarkan kajian ilmiah.

“Walaupun memang sulit. Karena sering kali kajian ilmiah itu tidak applicable. Tapi, bukan berarti ahli geologi atau geohidro tidak dilibatkan. Dan perlu untuk selalu melakukan evaluasi dalam jangka waktu 2-3 tahun untuk mencermati perubahan zona konservasi cekungan air tanah,” pungkasnya.(Hds/Red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here