Pohon Cendana Indonesia Berkualitas dan Perlu Pelestarian

0
319
Pengembangan pohon Cendana berkualitas di Indonesia terus dilakukan agar tidak sampai menghilang (Foto : Istimewa)

Bogor, X-File.id – Manfaat aroma Cendana yang digunakan sebagai pencampur minyak aroma lainnya, harusnya bisa mendorong pengembangan pohon Cendana berkualitas di Indonesia. Dan jangan sampai Cendana ini menghilang di wilayah Indonesia.

Kepala R&D Taman Buah Mekarsari Azis Natawidjaya menyebutkan Cendana atau Santalum L. merupakan salah satu marga dari suku Santalaceae dan mempunyai 25 jenis yang penyebarannya cukup luas.

“Penyebarannya dimulai dari kawasan Malesia bagian Timur, Australia sampai di sebelah Timur kepulauan Polynesia di kawasan Pasifik. Cendana (Santalum album L.) merupakan jenis yang tumbuh alami di kawasan Asia,” kata Azis saat ditemui di Taman Buah Mekarsari, Sabtu (16/5).

Contoh jenis-jenis yang lain seperti, S. macgregorii F. Muell. dijumpai di Papua Nugini. Jenis S. spicatum (R. Br.) A. DC. menyebar luas di Australia barat dan selatan yang merupakan penghasil minyak cendana di Australia.

Azis menyatakan beberapa nama sinonim dari Santa lumayan album L. yaitu Sirium myrtifolium L., Santalum ovatum R. Br. dan Santalum myrtifolium (L.) Roxb.

“Nama-nama daerah untuk Santalum album L., selain cendana yang merupakan nama sangat umum di Indonesia, di antaranya adalah hau meni di daerah Timor, ai nitu, ai salun, ai sarun, ai kambing di Sumba,” ujarnya.

Sementara di daerah Inggris dan Amerika Serikat, Cendana disebut East Indian sandalwood, white sandalwood dan yellow sandalwood. Di Perancis dikenal dengan nama Bois Santal dan di Spanyol disebut Sandalo.

“Di wilayah Malaysia Cendana disebut dengan nama Chendana, San-ta-ku di Myanmar,  Chantana di Thailand, Bach Dan di Vietnam,” ucapnya.

Dalam sistematika atau taksonomi tumbuhan, pohon cendana diklasifikasikan dalam Divisi Spermatophyta, Anak divisi Angiospermae, Kelas Dicotyledoneae, Bangsa Monochlamideae, Suku Santalaceae dan Marga Santalum L.

“Cendana dapat berupa pohon, tetapi dapat juga tumbuh sebagai semak belukar. Pada fase semai atau kecambah, pohon cendana hidup parasit pada tumbuhan lain, melalui sistem perakarannya,” urai Azis.

Batang pohon pada umumnya berukuran pendek, meskipun tinggi tanaman ini dapat mencapai 12-15 meter dan diameter batangnya sekitar 20-35 cm.

“Tajuk tanamannya terkesan tidak rimbun sebab daunnya memang tumbuh jarang. Daun cendana merupakan daun tunggal, berwarna hijau ini berukuran kecil-kecil dengan ukuran 4-8 cm x 2-4 cm dan relatif jarang. Bentuk daun bulat memanjang dengan ujung daun lancar dan dasar daun lancip sampai seperti bentuk pasak, pinggiran daun bergelombang,  tangkai daun kekuning-kuningan dengan panjang 1-1,5 cm,” papar Azis.

Bungannya seperti payung menggarpu atau malai dengan hiasan bunga yang seperti tabling, berbentuk lonceng dengan panjang 2-3 milimeter. Awalnya berwarna kuning, kemudian berubah menjadi merah gelap kecoklat-coklatan.

Buah Cendana, lanjutnya, merupakan buah batu atau drupe yang berbentuk jorong (ellipsoid) dengan ukuran kecil.

“Berwarna merah kehitam-hitaman dan panjangnya kurang lebih 1 cm. Biji mudah sekali berkecambah, akan tetapi harus segera mendapatkan tanaman inangnya, supaya dapat bertahan hidup. Pada fase inilah cendana hidup sebagai parasit atau sering disebut semi-parasit,” kata Azis melanjutkan.

Azis menyampaikan bahwa Cendana umumnya dijumpai pada daerah-daerah dengan kisaran curah hujan tahunan antara 600-2.000 mm. Dan cendana dapat tumbuh optimal pada kisaran curah hujan 850-1350 mm per tahun dan masih toleran sampai curah hujan 2500 mm per tahun, akan tetapi harus dengan sistem drainase yang baik.

“Habitat asli tempat tumbuh cendana biasanya mempunyai musim kering yang lama dan musim hujan yang pendek, 2-3 bulan per tahun. Pohon cendana tidak menyukai daerah yang tergenang air, khususnya sewaktu pohonnya masih muda, meski hal ini agak kurang berpengaruh terhadap pohon yang sudah dewasa atau tua,” ucapnya.

Cendana tumbuh alami sampai ketinggian 1500 m di atas permukaan laut dan mutu kayu terbaik dapat diperoleh jika cendana hidup pada ketinggian antara 600-900 meter.

“Cendana memerlukan banyak sinar matahari dan banyak dijumpai dan tumbuh baik pada hutan-hutan luruh yang terbuka dan pada daerah pinggiran hutan. Pemanasan yang lama dengan intensitas cahaya matahari yang tinggi menyebabkan banyak kayu-kayu gua yang

mengelupas, terutama pada pohon-pohon yang sudah tua. Suhu yang tinggi juga dapat membunuh semai-semai yang baru berkecambah. Akibat mengelupasnya kayu-kayu gubal pada pohon-pohon cendana yang sudah tua, sehingga bagian kayu yang terbuka akan kelihatan,” ujar Azis.

Azis menyebutkan banyak pohon cendana yang tumbuh baik di atas tanah dangkal yang berbatu-batu.

“Hasil kayu yang terbaik diperoleh dari pohon cendana yang tumbuh di hutan-hutan terbuka pada tanah kurang subur dan berbatu. Pada tanah Hat (loam) yang subur, pohon cendana tumbuh baik dan cepat menjadi besar, tapi kandungan minyaknya sangat rendah dan kualitasnya juga kurang baik,” katanya lebih lanjut.

Ia juga menyebutkan bahwa pohon cendana tidak mempunyai toleransi terhadap tanah-tanah yang mengandung garam dan kapur yang tinggi.

“Akan tetapi dapat toleran terhadap tanah yang mengandung natrium (sodic soils),” tandasnya.

Ahli Botani Taman Buah Mekarsari Gregorius Hambali menyebutkan bahwa Cendana ini termasuk tanaman langka.

“Berawal dari peraturan yang menyebutkan bahwa Cendana merupakan tanaman pemerintah, akhirnya masyarakat malas menanam. Akhirnya menjadi jarang sekarang,” kata Greg, saat ditemui di BAT Taman Buah Mekarsari.

Padahal Cendana ini merupakan minyak yang digunakan sebagai pencampur minyak aroma lain untuk dapat bertahan lama.

“Harusnya, ada program untuk mengembangkan cendana yang memiliki kandungan minyak lebih bagus dan aroma yang lebih kuat, serta lebih produktif,” ujarnya.

Pengembangan tanaman Cendana ini, menurut Greg merupakan suatu investasi jangka panjang.

“Kita mengembangkan sekarang untuk masa depan. Karena itu, saya berusaha agar lebih banyak Cendana yang ditanam. Sehingga di masa depan, Cendana ini bisa menjadi bagian dalam pemasukan ekonomi bagi yang menanamnya,” pungkasnya.(Tyo/Red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here