POJ Ungkapkan Revolusi Bumi Dan Planet

0
522
Proses Revolusi Bumi dan Planet (Foto : Istimewa)

Jakarta, X-File.id – Maret 2020 ini, akan terjadi tujuh kejadian konjungsi. Walaupun bukan suatu hal yang istimewa, karena konjungsi ini dapat terjadi setiap bulan tapi bagi pecinta langit, konjungsi berarti dapat melihat benda langit dalam derajat keterangan jika dibandingkan dengan kondisi bukan konjungsi.

Tercatat dalam kalender astronomi POJ konjungsi tersebut adalah Konjungsi Mars Bulan pada tanggal 18 Maret, Konjungsi Bulan Saturnus pada 19 Maret, Konjungsi ekstrim Jupiter Mars pada 21 Maret, Konjungsi Bulan Merkurius pada 22 Maret, Konjungsi segaris Saturnus Mars Jupiter pada 27 Maret serta pada tanggal 31 Maret akan ada dua konjungsi yaitu Saturnus Mars dan Venus Pleiades.

Staf Astronomi Planetarium dan Observatorium Jakarta (POJ)  Mohammad Rayhan memaparkan bahwa konjungsi merupakan suatu fenomena pertemuan benda langit.

“Secara astronomi, konjungsi adalah suatu kondisi dimana posisi benda langit, bisa planet maupun Bulan, berada dalam satu garis lurus dengan Bumi dan Matahari,” kata Rayhan, Selasa (17/3).

Proses terjadinya konjungsi ini, menurut Rayhan, bisa terjadi karena proses revolusi Bumi dan planet.

“Revolusi planet itu kan bentuknya elips, yang menyatakan satuan tahun. Artinya jika sudah berevolusi maka planet itu sudah melewati satu tahun,” urainya.

Dengan bentuk elips itu, memastikan tidak akan terjadi tabrakan antara satu planet dengan lainnya.

“Pada saat mereka melintas dan berada dalam satu garis, maka inilah yang disebut dengan konjungsi. Dan pada saat konjungsi ini terjadi, maka cahaya yang dipantulkan oleh planet yang berada disisi lain Bumi akan terlihat semakin terang. Artinya jika kita lihat dari Bumi maka akan lebih cemerlang,” ujarnya.

Dengan konjungsi ini, tambahnya, objek benda langit yang selama ini menjadi lebih terlihat. Sehingga dapat diamati secara langsung tanpa bantuan alat.

Founder Langit Selatan Avivah memaparkan konjungsi yang terdekat adalah tanggal 18 Maret 2020.

“Konjungsi Bulan dengan Mars dan Jupiter. Bulan sabit akan tampak hampir segaris dengan Mars dan Jupiter, walaupun belum dalam jarak terdekatnya. Bulan terbit lebih dahulu pada 00:55 WIB, disusul Mars pada 01:25 WIB dan Jupiter pada 01.31 WIB. Ketiganya bisa diamati sampai saat Matahari terbit, dengan ketinggian 57 derajat saat Matahari muncul di Timur pada pukul 05:42 WIB,” kata Avivah.

Atau, konjungsi lainnya adalah yang terjadi pada tanggal 31 Maret 2020. Yaitu Konjungsi Mars dan Saturnus.

“Mars dan Saturnus berpasangan sangat dekat sejak keduanya terbit beriringan dengan selang satu menit. Mars akan terbit pada pukul 01:13 WIB dan menyusul satu menit kemudian Saturnus terbit. Keduanya hanya terpisah 0,9 derajat dan bisa diamati hingga ketinggian 58 derajat saat Matahari terbit pukul 05.29 WIB,” pungkasnya.(Drt/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here