Sarana dan Prasarana untuk Pemaparan COVID 19 Ditambah

0
524
Petugas Laboratorium tengah memperlihatkan contoh darah seseorang yang terkena Virus Corona (Foto : Istimewa)

Jakarta, X-File.id – Tercatat sudah ada 227 kasus baru dan 19 orang meninggal akibat merebaknya COVID 19 di Indonesia.

Juru Bicara Pemerintah terkait COVID 19 Achmad Yurianto menyatakan dalam periode penghitungan 17/3 pukul 12.00 WIB hingga 18/3 pukul 12.00 WIB, sudah ada penambahan 55 kasus pada total 172 kasus yang tercatat hingga 17/3 pukul 12.00 WIB.

“Dari 172, sekarang sudah menjadi  227 kasus positif. Tambahan 55 kasus itu dari Banten sebanyak 4 kasus,  DIY satu kasus, DKI Jakarta 30 kasus,  Jawa Barat 12 kasus, Jawa Tengah dua kasus serta Sumatera Utara,  Lampung,  Riau dan Kalimantan Timur masing-masing satu kasus,” kata Yuri saat konpers online, Rabu sore (18/3).

Sementara untuk pasien yang sudah sembuh dan sudah dipulangkan ada 11 kasus, yaitu satu kasus di Banten, 9 kasus di DKI Jakarta dan satu kasus di Jawa Barat.

“Untuk yang meninggal, karena ada beberapa rumah sakit yang baru melaporkan dan kita rekap pada pagi ini, maka per periode penghitungan ini akumulatif yang meninggal adalah 19 orang,” paparnya.

Tercatat dari Bali,  Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera Utara masing-masing satu kasus. Sementara, DKI Jakarta ada 12 kasus dan Jawa Tengah dua kasus.

“Untuk 71 staf rumah sakit Mitra Keluarga Depok yang kemarin bersinggungan langsung dengan kasus positif, saat ini dinyatakan sehat, tidak ada yang positif dan sudah kembali bekerja,” urainya.

Peningkatan jumlah kasus, menurut Yuri, merupakan sesuatu hal yang lazim pada kejadian awal.

“Kita harapkan pada bulan April semuanya sudah terkendali. Kenapa?  Karena kita sudah melakukan contact tracing dan juga karena kesadaran masyarakat akan COVID 19 ini juga semakin meningkat. Dan selaras dengan peningkatan kesadaran masyarakat, minggu depan akan ada penambahan sarana dan prasarana untuk membantu pengecekan paparan virus ini,” paparnya lebih lanjut.

Untuk hasil pemeriksaan pada para pejabat negara,  Yuri menyatakan tidak dapat menginformasikan hasilnya.

“Sifatnya berupa general check up. Sehingga bukan hak kami untuk menginformasikan,” pungkasnya.(Ytr/Red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here