Sosialisasi Penularan dan Pencegahan COVID 19 Digelar

0
505
Petugas Laboratorium tengah memperlihatkan contoh darah seseorang yang terkena Virus Corona (Foto : Istimewa)

Jakarta, X-File.id – Pemerintah melalui Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan COVID 19 menyatakan akan terus melakukan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat terkait mekanisme penularan dan pencegahan COVID 19 selama tiga bulan kedepan.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan COVID 19 Prof. Wiku Adisasmita menekankan bahwa pencegahan dan penekanan jumlah paparan virus hanya bisa dilakukan jika seluruh masyarakat Indonesia mengerti bagaimana mekanisme penyebaran dan apa yang harus dilakukan untuk mencegah penyebaran tersebut.

“Kami akan menerjemahkan keilmuan kami ke dalam langkah terukur. Sehingga ilmu kami bisa menjadi ilmu masyarakat. Kami tidak bisa melindungi seluruh masyarakat Indonesia. Jadi harus kita perangi bersama,” kata Wiku saat konferensi pers online, Rabu (18/3).

Yang pertama harus dipahami masyarakat adalah mekanisme penularan COVID 19 ini adalah melalui paparan droplet saat terjadi kontak.

“Karena itu, kami meminta masyarakat melakukan social distancing. Karena selain menjaga yang sakit untuk tidak menularkan, tindakan ini juga menjaga yang sehat agar tidak terpapar,” urai Guru Besar yang mendalami bidang kebijakan kesehatan di Bidang Sistem Kesehatan dan Penanggulangan Penyakit Infeksi.

Dan Wiku menegaskan bahwa saat ini, langkah Social Distancing merupakan langkah terbaik yang bisa diambil oleh pemerintah.

“Kalau kita bicara Lock Down, itu sebenarnya merupakan karantina. Ada empat tingkatan, yaitu diri sendiri, rumah, wilayah dan nasional. Jika di tingkat diri sendiri dan rumah kita berhasil menerapkannya, maka kita sudah bisa mencegah penyebaran penyakit,” ujarnya.

Ia menjelaskan pertimbangan pemerintah yang belum melakukan Lock Down wilayah maupun nasional adalah karena tindakan tersebut memiliki implikasi pada sektor penting.

“Implikasi pada ekonomi, sosial dan keamanan. Contohnya, bagi orang yang bekerja dengan upah harian, lalu tiba-tiba tidak boleh keluar. Itu artinya membuat roda ekonomi tidak berjalan. Karena itu, belum bisa diambil saat ini. Social Distancing adalah langkah terbaik,” kata Wiku.

Wiku menyampaikan bahwa saat ini pemerintah meminta masyarakat untuk melakukan lima langkah pencegahan.

“Yaitu, jaga jarak, dilarang jabat tangan, cuci tangan, hindari kerumunan dan gunakan masker. Kami akan terus meminta dan mengingatkan secara berulang, agar masyarakat bisa melakukannya dengan baik,” pungkasnya.(Wjy/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here