Suhendra : Kebakaran Gedung Kejagung, BIN Harus Bertindak Cepat

485
Kebakaran hebat yang menimpa Gedung Kejaksaan Agung di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8) malam. (Foto : Shk)

Jakarta, X-File.id – Kebakaran hebat yang menimpa Gedung Kejaksaan Agung di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8) malam, langsung ditanggapi Pengamat intelijen senior Suhendra Hadikuntono yang kebetulan ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Menurutnya Badan Intelijen Negara (BIN) diwajibkan menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran salah satu gedung penegak hukum itu di negeri ini.

“Mengingat status kelembagaan di mana Kejaksaan adalah salah satu pilar penegakan hukum, jangan sampai terjadi polemik di masyarakat bahwa ada kecurigaan kebakaran ini disengaja terkait kasus-kasus di Kejagung,” terang Suhendra Hadikuntono.

Menurut Pengamat intelijen hadikuntono institute ini, beberapa kasus besar yang tengah di tangani Kejagung menjadi  sorotan publik, mulai dari kasus Djoko Tjandra,dugaan korupsi di PT Jiwasraya, pencopotan tiga Jaksa Agung Muda (JAM), pernyataan mantan Ketua KPK Antasari hingga Jaksa Penuntut Umum (JPU) hingga kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yang meninggal mendadak dan dinyatakan positif Covid-19 tanpa visum et repertum.

Suhendra pun menduga, usai Kejaksaan Agung, sasaran berikutnya bisa jadi Mabes Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Bareskrim dan JAM IntelIijen harus segera meng-clearence. Polri juga harus menjaga ketat gedung Mabes Polri dan KPK,” terangnya.

Pengamat intelijen senior ini juga menyesalkan pernyataan Jaksa Agung St Burhanuddin, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono dan Menko Polhukam Mahfud Md yang terlalu dini mengambil kesimpulan.

“Mereka menyimpulkan tak ada berkas perkara (penyelidikan dan penyidikan) dan alat bukti yang terbakar. Selembar pun tak ada yang berkurang, kata mereka. Itu kesimpulan yang prematur,” kata Suhendra.

Kejagung, Polri dan KPK saat ini sedang menghadapi gurita mafia hukum yang jejaringnya ada di mana-mana, sehingga harus ekstra waspada. “Jangan sampai gedung Bareskrim Mabes Polri dan KPK menjadi sasaran berikutnya,” tambah Suhendra.

Suhendra menyimpulkan titik api memanfaatkan arah angin dari depan ke belakang gedung Kejagung, sehingga mempercepat proses kebakaran. “Kenapa hal tersebut terjadi pada hari Sabtu yang merupakan hari libur?” tandas Suhendra. (Shk/Red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here