Suka Renang Di Pantai? Anda Tetap Waspadai Ini

277
Lokasi perairan pantai yang berpotensi memiliki arus Rip adalah yang menghadap ke laut lepas atau samudera laut dalam, seperti hal nya di sepanjang pantai selatan Jawa hingga selatan Sumbawa (Photo : Istimewa)

Sukabumi, X-File.id – Objek wisata pantai merupakan salah satu objek wisata yang tak pernah lekang dimakan waktu. Apalagi pasir putih dan air laut yang biru, selalu mengundang wisatawan untuk bermain air. Tapi sebelum berenang, sebaiknya cek dulu kondisi pantai. Aman atau tidak untuk direnangi.

Ahli Oseanografi Terapan Pusat Riset Kelautan (Pusriskel) Widodo S. Pranowo menyatakan ancaman yang muncul di pantai adalah Rip Current atau arus yang tegak lurus menjauhi pantai dengan kecepatan sekitar 10-25 meterĀ  per detik, bergerak di kedalaman 0,3 – 0,5 m.

“Lokasi perairan pantai yang berpotensi memiliki arus Rip adalah yang menghadap ke laut lepas atau samudera laut dalam, seperti hal nya di sepanjang pantai selatan Jawa hingga selatan Sumbawa,” kata Widodo saat dihubungi, Minggu (18/4/2021).

Sedangkan di sisi pantai, arus Rip biasanya muncul di lokasi perairan pantai pasir yang sedikit dalam yang diapit oleh dangkalan terumbu karang yang menyebabkan gelombang pecah.

“Di pantai selatan Jawa, pasirnya hitam, sehingga dari pengamatan angkasa, baik menggunakan foto udara atau drone atau satelit, tidak mudah terlihat alur arus Rip ini, namun masih bisa dideteksi dari penampakan perairan tenang yang diapit oleh area bergelombang pecah,” ucapnya.

Berbeda di pantai yang berpasir putih, seperti di selatan Sumbawa, alur arus Rip ini dengan mudah bisa terdeteksi dari pengamatan angkasa.

“Alur arus Rip bisa terlihat dari jejak warna pasir putih di dalam air yang tergerus lalu dibawa menjauhi pantai. Jejak warna pasir putih yang membentuk seperti garis lurus tersebut, diapit oleh area bergelombang pecah,” ucapnya lebih lanjut.

Kasubbid Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Siswanto menyatakan rip current ini dikenal dengan nama boleran di daerah Jawa.

“Arus boleran terbentuk jika gelombang datang dan mengempas garis pantai yang berbentuk cekungan. Kemudian, pantulan gelombang yang mengenai pantai memunculkan sejumlah arus susur pantai atau aliran air yang berjalan menyusuri pantai,” ucapnya saat dihubungi terpisah.

Arus susur yang saling bertemu ini, lanjutnya, jika bergabung akan menimbulkan arus balik menuju tengah laut yang mengumpul pada suatu jalur arus, hingga melewati zona gelombang pecah.

“Kemunculan rip current tidak bisa diterka, oleh karena itu disebut juga pembunuh yang sunyi. Tapi wisatawan bisa mengetes dengan cara melemparkan benda ke air laut,” ujarnya.

Jika benda itu terseret sampai menuju ke lepas pantai pada jalur air yang tenang, maka bisa dipastikan di area tersebut ada rip current.

Cara lainnya adalah adalah melihat pada permukaan laut yang cenderung lebih tenang daripada sekitarnya.

“Perhatikan buih ombak yang datang, bila ada celah di antara buih-buih gelombang itu, maka kemungkinan di sekitar area itu sedang terjadi rip current atau arus pecah,” ujarnya lebih lanjut.

Tanda lainnya yang bisa diamati oleh wisatawan adalah warna air laut yang cenderung lebih keruh daripada sekitarnya akibat arus rip current yang sangat kuat.

“Untuk mengamatinya lebih mudah dilakukan dari tempat yang tinggi. Selain itu, perhatikan juga pantai yang lebih cekung dibandingkan sekitarnya. Karena potensi rip current lebih besar di area tersebut,” pungkasnya.(Pop/Red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here