Trastuzumab untuk Penderita Kanker Payudara Her 2 Positif

0
217
Ilustrasi Penderita Kanker Payudara (Foto : Istimewa)

Jakarta, X-File.id – Pemberian trastuzumab pada pasien kanker payudara varian Her 2 Positif hingga saat ini dianggap sebagai satu-satunya obat yang cocok. Sehingga, jika trastuzumab ini kembali tidak dijamin oleh BPJS, akan berpotensi mengakibatkan re-laps atau pun ketidakmaksimalan pengobatan pada para penderita.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyatakan pemerintah selama ini sudah memberikan program positif terkait pengobatan pada pasien Her 2 Positif.

“Dengan adanya BPJS, penderita sudah diberikan kesempatan untuk mendapat pengobatan yang lebih baik dibandingkan masa pemerintahan periode sebelumnya. Hanya perlu dilakukan penelaahan dan pendalaman agar pemberian obat ini menjadi lebih maksimal,” kata Lestari¬† saat diskusi publik terkait Kanker Payudara Her 2 Positif di Ruang Serbaguna Perpustakaan Nasional Jakarta, Selasa (29/10).

Lestari yang juga adalah penyintas kanker payudara Her 2 Positif menyebutkan bahwa para penderita akan mendapatkan masalah saat trastuzumab ini dikeluarkan dari daftar obat yang dijamin oleh BPJS.

Trastuzumab pernah dikeluarkan dari daftar obat yang dijamin oleh BPJS pada tahun 2017. Tapi melalui Permenkes No 22 tahun 2018, trastuzumab kembali dimasukkan ke dalam daftar obat yang dijamin.

“Memang setelah ada mediasi, kembali dijamin dengan beberapa restriksi. Akan tetapi ada beberapa hal yang mendasar yang perlu dipahami,” ujarnya.

Her 2 Positif ini merupakan penyakit kanker yang ganas. Sehingga, menurut Lestari, jika trastuzumab ini diberikan pada stage yang lebih dini, maka hasilnya akan lebih baik bagi penderita kanker payudara Her 2 Positif dibandingkan jika diberikan pada stage yang lebih tinggi.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Photo : Sheila)

“Inilah yang kami perjuangkan. Obat ini memang masih mahal. Karena itu, kami yang jumlahnya 20-25 persen dari total penderita kanker payudara mengharapkan perhatian pemerintah,” ungkap Lestari.

Denny Handoyo Kirana, Sp.Onk Rad menyebutkan pemberian trastuzumab pada pasien kanker payudara dapat menurunkan intensitas pemberian radiasi.

“Terapi trastuzumab mampu meningkatkan usia harapan hidup seorang penyintas kanker payudara, termasuk pasien dengan Her 2 Positif,” ujarnya.

Jika tidak mendapatkan terapi obat ini,  Denny menyampaikan, risiko re-laps akan lebih tinggi.

“Akibatnya usia harapan hidup yang lama dihabiskan untuk bolak balik menjalani terapi di rumah sakit,” tuturnya.

Denny menjelaskan bahwa trastuzumab ini sudah dinyatakan sebagai yang paling cost efficient dibandingkan obat lain yang memiliki karakteristik serupa.

“Ada beberapa obat lain, tapi trastuzumab ini paling murah dan secara klinis paling cost efficient. Yang lain lebih mahal dengan efektivitas yang sama,” paparnya.

Dan saat trastuzumab yang diberikan pada stadium awal akan menunda dan mengecilkan potensi re-laps.(Tgs/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here