Vaksin AstraZeneca Terus Mendapat Sorotan Pemerintah RI

305
Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi
BPOM bersama Komnas KIPI dan Kementerian Kesehatan terus memantau keamanan vaksin yang digunakan di Indonesia.(Photo : Ong)

Jakarta, X-File.id – Menyikapi kematian salah satu penerima vaksin di daerah DKI Jakarta, investigasi masih terus dilakukan untuk mencari penyebab pasti penyebab kematian.

Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KOMDA KIPI) Provinsi DKI Jakarta, dr. Ellen Roostati Sianipar, SpA, menyatakan paska kejadian serius yang menyebabkan salah satu penerima vaksin meninggal, para petugas langsung melakukan pengecekan kronologis kejadian dan investigasi.

“Dari pengkajian yang dilakukan sebanyak dua kali dan mendatangi keluarga untuk mendapatkan keterangan, memang hingga saat ini belum selesai pengkajiannya. Masih perlu dilakukan kajian lebih jauh lagi,” kata dr. Ellen pada awak media secara online, Jumat (21/5/2021).

Ia menjelaskan, setiap pelaporan yang disampaikan masyarakat atau dari fasilitas layanan kesehatan, akan diikuti dengan pelengkapan pelaporan dan investigasi.

“Investigasi ini mencakup mendatangi dokter atau fasilitas layanan kesehatan yang merawatnya. Hingga mendatangi keluarga. Sehingga data yang dikumpulkan lengkap sebagai bahan pembahasan para ahli,” ucapnya.

Vaksin AstraZeneca sendiri sudah mulai digunakan sejak Maret 2021 dan belum ada KIPI serius yang dilaporkan.

“Untuk kasus yang baru saja terjadi ini juga belum ada keputusannya. Biasanya butuh waktu 2-3 minggu. Tapi pemerintah sudah menarik batch yang kemarin menimbulkan kejadian KIPI serius tersebut,” ucapnya lagi.

Dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pun menyatakan masih terus melakukan pengkajian bersama tim ahli obat dan vaksin lain.

“Pengkajian yang dilakukan bersama tim pakar Komnas Penilai Obat, Komnas KIPI dan ITAGI menyimpulkan beberapa hal. Yaitu, pertama, kasus pembekuan darah atau tromboemboli merupakan kejadian medis yang sering dijumpai dan merupakan penyakit kardiovaskuler nomor tiga terbanyak di dunia tapi tidak ditemukan adanya bukti peningkatan kasus setelah penggunaan vaksin AstraZeneca,” kata Kepala BPOM Penny K Lukito secara terpisah.

Tapi kajian masih terus dilakukan untuk melihat kemungkinan terjadinya KIPI langka.

“Kedua, paska informasi dari badan otoritas regulatori Eropa (EMA – European Medicines Agency), beberapa negara Eropa yang menangguhkan penggunaan vaksi AstraZeneca sudah memutuskan untuk melanjutkan. Karena manfaatnya masih lebih besar dibandingkan risikonya,” ungkapnya.

Penny menegaskan bahwa BPOM bersama Komnas KIPI dan Kementerian Kesehatan terus memantau keamanan vaksin yang digunakan di Indonesia.

“Kami terus pantau keamanannya dan menindaklanjuti isu setiap kejadian paska imunisasi,” pungkasnya.(Trp/Red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here