Waspada Batuk, Maka Kenalilah Macamnya

450
Batuk adalah satu fenomena sehari-hari yang menunjukkan adanya gangguan pada saluran nafas (Photo : Istimewa)

Jakarta,X-File.id – Batuk merupakan reflek tubuh atas masuknya benda asing ke dalam tubuh, seperti debu atau asap. Tapi kalau sudah berkepanjangan dan menggangu aktivitas keseharian, artinya, sudah saatnya memeriksakan diri ke tenaga medis.

Spesialis Paru dan Pernafasan Mayapada Tangerang dr. Andy Nazarudin, SpP, menyatakan batuk adalah satu fenomena sehari-hari yang menunjukkan adanya gangguan pada saluran nafas.

“Batuk itu normal. Tapi ada batuk yang tidak normal, yaitu batuk yang terjadi lebih dari tiga minggu. Kalau isi sudah terjadi, maka penderita batuk harus secepatnya memeriksakan diri ke tenaga ahli untuk mengetahui apa penyebab batuknya,” kata dr. Andy saat dihubungi, Jumat (16/4/2021).

Ia menjelaskan bahwa batuk itu merupakan reflek fisiologis untuk melindungi tubuh dari segala penyakit, kuman maupun benda asing. Dan merupakan reflek tubuh untuk membersihkan saluran napas.

“Penyebab batuk bisa karena infeksi, kimia, mekanis dan perubahan suhu. Dengan mayoritas kasus yang terjadi adalah karena infeksi, misalnya pneumonia, TB, pertusis atau batuk rejan, sinusitis atau gangguan lainnya,” paparnya.

Batuk yang timbul akibat kimia adalah berkaitan dengan masuknya zat iritan. Sementara mekanik itu akibat asap atau sejenisnya. Dan batuk juga dapat timbul akibat perubahan suhu dari dingin sekali ke panas yang ekstrim.

Sementara menurut waktunya, ada batuk akut yang terjadi kurang dari 14 hari yang disebabkan oleh virus, bakteri maupun asma, batuk sub akut yang terjadi 2-4 minggu dan batuk kronik adalah yang 3 minggu lebih terjadi akibat asma, GERD, bronchitis, TB dan kanker paru.

“Batuk kronik berulang yang terjadi hingga tiga bulan dalam tiga episode dalam satu waktu tertentu inilah yang patut diwaspadai. Karena merujuk pada satu penyakit tertentu,” ucap dr. Andy.

Lima gangguan kesehatan yang umumnya berkorelasi dengan batuk berkepanjangan adalah Pertusis, Kanker Paru, Pneumonia, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan Tubercolosis.

“Tapi tidak tertutup kemungkinan adanya penyakit lain. Sehingga, kalau menurut medis, lebih dari tiga hari dengan kondisi batuk terus menerus dalam waktu tertentu dan terjadi pengulangan, sebaiknya sudah memeriksakan kepada layanan medis,” kata dr. Andy lebih lanjut.

Sementara belum menemui petugas medis, jika mengalami batuk, bisa dilakukan beberapa hal untuk menjaga agar batuk tidak terpicu.

“Banyak minum air hangat untuk mengencerkan lendir di saluran pernapasan, menghisap permen pereda iritasi tenggorokan, hindari asap rokok atau sumber debu, jaga kelembaban udara sekitar atau mandi air hangat juga bisa membantu dan khusus bagi penderita asam lambung, hindari semua makanan atau minuman yang mampu memicu naiknya asam lambung,” pungkasnya.(Put/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here